Sudah 40 menit berdiri sambil menepuk. Akhirnya matanya terpejam.
Ibu tahan napas. Turunkan pelan-pelan. Punggungnya menyentuh kasur…
Lima detik. Matanya terbuka lagi.
Digendong lagi. Berdiri lagi. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi.
Dan besok pagi semuanya diulang dari awal.
—Makan sambil berdiri, karena tangan satu masih menggendong.
—Mandi buru-buru sambil menajamkan telinga ke arah kamar.
—Punggung dan pergelangan tangan yang nyerinya tidak pernah benar-benar hilang.
—Kesabaran yang menipis — lalu rasa bersalah karena kesabaran itu menipis.
Ibu sangat sayang pada si kecil. Tapi tubuh ibu juga punya batas.
Ingin bayi bisa tidur tanpa digendong bukan berarti ibu kurang menyayanginya.